Senin, 20 April 2009

Historiografi Tradisional

Ciri-ciri Historiografi Kolonial
1. membesar besarkan apa yang dilakukan Barat (europe sentris)
2. menyepelekan kesengsaraan rakyat
3. menganggap kebudayaan Timur itu jelek
4. seringkali fakta yang dijabarkan tidak benar

kesimpulanku nie -------> nie historiografi bisa dibilang historiografi tradisional loh :D

kembali ke historiografi tradisional yang memiliki ciri-ciri paling utama : bertujuan untuk melegitimasi kekuasaan maupun kebudayaan yang ada pada waktu itu. hingga seringkali memutar balikkan fakta.

dengan kata lain, pendapat yang mengatakan bahwa historiografi tradisional berhenti ketika datangnya kolonial, sama sekali terbantahkan.

Historiografi Kolonial Sentris merupakan paduan dari 3 perspektif :
1. europe sentris
2. netherland sentris
3. kolonial sentris

perbedaan netherland sentris dengan europe sentris...
europe sentris lebih lebar cakupannya. mereka memandang dunia ini dengan pemisahan antara dunia Timur dan Barat. Yang tentu saja, perpektif europe selalu menganggap bahwa Barat beradab sedangkan Timur primitif. hal yang sampai saat ini tanpa kita sadari malah dianut oleh banyak orang di Indonesia (T.T) contohnya? banyak kataku...
Sedang perspektif Netherland, memandang negaranya yang paling benar. Bahkan pada mata kuliah Historiografi Indonesia yang tadi aku ikuti, terdapat mengenai Belanda yang merendahkan Jerman, dimana ia memberi kontribusi terhadap hal yang menguntungkan Belanda.
Kolonial sentris, tentu saja, perspektif penjajah terhadap tanah jajahannya...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar